Thursday, 26 January 2012

JIKA BENAR AKU MENCINTAIMU KERANA ALLAH



Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumáƒĤAmiin ya Rabbal'alamin.

Wahai diri..

Jika memang kau mencintainya karena Allah

Cintailah dia dengan cara yang benar

Cintailah dia pada saat yang tepat


Ya Robb..

Aku tak akan memaksakan diri hanya untuk sebuah perasaan

Ya Robb..

Jika dia memang jiwa yang telah Kau pilihkan untukku, berikanlah kami jalan dan petunjuk

Jika dia memang takdir bagi ku, pantaskanlah dia untuku dan pantaskanlah diriku untuknya


Ya Robb..

Aku memilihnya karena sebuah keyakinan..

Aku terima seluruh kelebihan dan kekurangannya..

Aku terima seluruh luka dan bahagia yang menyertai hidupnya..

Aku terima dirinya dengan seluruh apa yang telah Engkau berikan untuknya..


Ya Robb..

Jika ada dua pilihan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya

Jika ada sepuluh pilhan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya

Jika ada seratus pilihan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya

Dan jika hanya ada satu pilihan, dan tidak ada dia dalam pilihan itu…

Maka aku pun akan menerimanya sebagai pemberian terbaik dari Mu…

Aku tidak akan memaksakan diriku untuk memilihnya

Karena Engkaulah yang Maha Mengetahui

Karena Engkaulah yang Menciptakanku

Karena Engkaulah yang Memelihara diriku


Ya Robb…

Jika dengan menutup cinta ini yang menjadikan Mu Ridho kepadaku..

Jika dengan mengorbankan perasaan ini Engkau menyelamatkanku..

Di saat manusia tergelincir dari jalan-Mu..

Maka aku serahkan cinta ini untuk Mu..

Sebagai wujud bakti ku pada Mu..

Sebagai wujud syukurku pada Mu..


Ya Muqollibal Qulub, Tsabbit Qolbi ‘ala Diinika..

Aku yakin bahwa tidak ada Ketetapan Mu yang salah

Aku yakin bahwa semua Kehendak Mu sangat terukur

Buatlah aku mencintai pilihan yang Kau berikan

Buatlah aku setia pada pilihan yang Kau berikan

Buatlah aku menyayangi pada pilihan yang Kau amanahkan


Ya Robb..

Dengan segala Kekuasaan Mu..

Dengan segala Kekuatan Mu..

Dengan segala Keagungan Mu..

Hamba mohon pada Mu,

Kuatkanlah hati ini saat ketetapan Mu membuat hati ini terasa sempit..

Tenangkanlah hati ini saat ketetapan Mu membuat hati ini terasa berat..

Sesungguhnya hanya dengan PertolonganMu,

diri ini bisa menjalani semua ketentuanMu.


Ya Robb ..

Buatlah diriku mencintai Mu lebih dari segala makhluk yang telah Engkau Ciptakan

Ya Robb

Buatlah diriku mencintai Rosululloh, karena Engkau pun mencintainya(Rosululloh)

Inilah isi hatiku, inilah harapanku, inilah keyakinanku…


Aku tidak hanya mencintaimu..

Tapi aku ingin mencintaimu karena Allah..

Aku ingin mencintaimu dengan cara yang benar..

Aku ingin Allah Ridho dengan cinta ini..

Tak usah khwatir jika engkau adalah Qudrah dan Irodah Nya

Karena semuanya pasti akan terwujud,

Hanya waktu yang akan menjadi saksi kekuasaan Nya

Tak usah memaksakan jika engkau memang bukan untuk diriku

Karena pasti aku bukan yang terbaik untuk mu,

Sehebat apapun cinta ini…

Tidak akan pernah bisa menyelamatkan kita,

Saat matahari hanya satu hasta di atas ubun2 kita..

Karena yang terbaik adalah…

Kita menjaga perasaan dan keyakinan ini dengan sebersih-bersih ketauhidan

Kita diwafatkan bersama hamba-hamba yang berbakti

Hamba-hamba yang mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya untuk Tuhannya

Semoga Allah mempertemukan kita kembali disatu tempat

Dimana para abid melihat Robb-nya dengan penuh keridhoan dan kebahagiaan

Kulakukan semua ini, karena aku mencintaimu karena Allah swt..


Aamiin..

Wednesday, 25 January 2012

Sahabat Part II

Saat aku terjatuh engkau senantiasa berusaha membuatku bangkit.
Saat aku tersenyum, engkau pun tersenyum dengan indah.
Saat aku bersedih, engkau senantiasa menghiburku.
Dan saat aku melakukan kesalahan, engkau senantiasa menegurku.

Tidak mengenal waktu, tempat, kapan dan dimana,
Engkau selalu siap siaga membantuku.
Engkau selalu membantuku disaat aku kesulitan,
Engkau selalu ada saat aku membutuhkanmu.


Ukhtifillah..
Kutahu diriku dan dirimu tidak lahir dari rahim ibu yang sama.
Namun, persaudaraan yang kita jalin, sungguh melebihi dari persaudaraan kandung.
Engkau menjalin persaudaraan denganku bukan karena melihat pintar atau bodohnya aku.
Bukan karena melihat cantik dan jeleknya diriku.
Bukan karena melihat kaya atau miskinnya keluargaku.
Tapi, engkau dan diriku bersaudara hanya karena satu alasan.
Yaa… Fillah..karena Allah…

Ukhtifillah…
Kuingat diriku yang penuh kekurangan ini..
Saat aku berdiri dihadapanmu dengan segudang masalah yang kuhadapi..
Kutampakkan wajah kusamku di hadapanmu..
Tapi, dirimu begitu sabar menghadapiku…
Wajah masamku tak membuatmu berhenti untuk tersenyum padaku dan mengatakan
"Ukhti, senyum dulu dong…"
Walaupun bibir ini teramat sulit untuk tersenyum di saat itu
Tapi hati ini begitu bahagia..bahagia karena engkau senantiasa menghiburku..

Ukhtifillah…
Jika boleh diri ini meminta…
Aku mohon kepadamu..
Jangan pernah menjauh dariku
Tetaplah bersamaku dalam menghadapi ujian di jalan dakwah
Jangan pernah berhenti menasehatiku jika berbuat kesalahan
Dan maafkan diriku jika pernah membuatmu terluka…

Ukhtifillah…
Ku ingin berada di mimbar cahaya kelak bersamamu…
Ku ingin meraih syurga dengan dirimu…
Karena sungguh..ku mencintaimu karena Allah…

Wednesday, 11 January 2012

SAHABAT :')

Sahabat…
Izinkanlah aku menemani mu tak hanya di kala kau bahagia, Izinkanlah aku tetap di sini berjalan beriringan bersama mu walau buliran airmata menetes dari sudut ruang mata mu.
Meringankan beban mu adalah sesuatu yang sangat berharga bagi ku. Berbagi dengan mu adalah salah satu hal terindah dalam hidup ku. Dan tersenyum bersama mu adalah salah satu hadiah terbaik yang ku dapatkan.
Ingatkah dulu…
Saat kita bersama mengukir sebuah senyuman, berbagi cerita penuh cinta, mengais hikmah bersama dalam setiap episode kehidupan… hingga menitikkan air mata bersama saat gulita yang kita temukan. ingatkah kau?

Sahabat,
Aku bukanlah malaikat, aku hanyalah manusia biasa yang penuh dengan segala kekurangan. Aku tahu rasa cinta pada mu adalah hal yang utama dibandingkan aku mencintai diri ku sendiri. Namun…bila kelak kau menemukan cacat pada diri ku yang tanpa sengaja menyakiti mu, janganlah kau hujat aku. Yang aku minta adalah ingatkan aku dengan nasihat yang penuh dengan hikmah kehidupan…kemudian maafkanlah aku…

Sahabat,
Aku pun menyadari bahwa kau pun sama sepertiku yang hanya manusia biasa. Jika kelak aku pun menemukan cacat pada mu, tak akan ku hakimi kau dengan lisan ku ataupun dengan tangan ku. Namun…akan ku panjatkan doa pada Sang Ilahi agar dengan segera Dia memberikan kedamaian dan kelapangan dalam hati ku hingga tak ada dendam merasuki hati ini. Dan jika kau tak berkeberatan izinkan jua aku mengingatkan mu dengan nasihat yang penuh dengan hikmah kehidupan…

Sahabat,
Ingin sekali aku belajar dari seorang Abu Bakar yang tidak mengeluh saat ular menggigit pergelangan kakinya ketika Rasulullah sedang tertidur di pangkuannya. Karena rasa cinta yang ada pada Abu Bakar kepada Rasul lah yang pada akhirnya mengurungkan niat beliau untuk mengganggu istirahat Sang Nabi. hingga akhirnya meluruhlah air mata beliau dari pelupuk matanya karena menahan rasa sakit itu. Atau kisah cinta para Sahabat lainnya kepada Rasulullah hingga cinta itu utuh sempurna terhimpun menuju syurga-Nya. Itulah ukhuwah….

Sahabat,
Percayalah… semua itu ada karena rasa cinta. Rasa cinta yang tumbuh bukan karena kau adalah seorang yang kaya, bukan pula karena kedudukan mu di dunia atau bukanlah karena kepintaran mu semata. Sungguh, Allah lah yang telah menghimpun rasa ini dalam jiwa dan hati kita hingga kita raih bersama hakikat cinta yang sesungguhnya, yaitu Cinta Karena-Nya…

Dari Umar bin Khatab RA, Rasulullah SAW mengatakan kepadaku, ‘sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah terdapat sekelompok orang yang mereka ini bukan para nabi dan bukan pula orang yang mati syahid, namun posisi mereka di sisi Allah membuat para nabi dan orang yang mati syahid menjadi iri. Para sahabat bertanya, beritahukan kepada kami, siapakah mereka itu ya Rasulullah? Beliau menjawab, ‘mereka adalah sekelompok orang yang saling mencintai karena Allah SWT, meskipun di antara mereka tiada ikatan persaudaraan dan tiada pula kepentingan materi yang memotivasi mereka. Demi Allah, wajah mereka bercahaya, dan mereka berada di atas cahaya. Mereka tidak takut manakala manusia takut, dan mereka tidak bersedih hati manakala manusia bersedih hati.’ Lalu Rasulullah SAW membacakan ayat ‘Sesungguhnya wali-wali Allah itu, mereka tidak takut dan tidak pula bersedih hati.” (HR. Abu Daud).



Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/01/17477/sahabat-2/#ixzz1j9s9GYSl