Sunday, 8 July 2012

`*. ♥ Bersabar Atas Hadirnya Cinta ♥.*`

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Terkadang sulit untuk memahami mengapa Allah menghadirkan seseorang dalam kehidupan kita. Berawal dari saling mengenal tanpa kita sadari ternyata benih- benih cinta ikut tumbuh di sana.

Orang bijak berkata bukanlah cinta itu yang salah karena ia fitrah siapapun pasti merasakannya. Yang salah adalah jika kita menyikapi cinta yang belum halal itu layaknya ia telah menjadi pasangan halal kita.

Terkadang kita menginginkan sesuatu yang lebih.. perhatiannya, kasih sayangnya dan barangkali ingin sekali mendengar ucapannya " aku mencintaimu dan aku merindukanmu " , ingin rasanya sesekali dia mengunjungi kita dengan membawa setangkai mawar indah sebagai bukti bahwa dia mencintai kita.

Tak lupa kita pun ingin dia menuliskan bait- bait puisi cinta yang begitu syahdu. Lantas kita sering bertanya padanya...Bisakah dirimu romantis? Bisakah dirimu memberikan waktumu berdua denganku? Namun di kala kita menyadari terbersit tanya di hati ..Benarkah cinta sebelum halal itu harus dibuktikan dengan cara demikian?

Pada hakekatnya cinta itu suci datang dari Allah biarlah Allah yang mengatur segalanya hingga keindahan itu datang pada waktunya ..Sebelum halal bersabarlah dengan mencintainya secara sederhana dan tidak berlebihan.Jangan kotori cinta yang suci itu dengan aktifitas pacaran atau hal- hal yang mendatangkan murka Allah.

Cara yang terbaik adalah perbaikilah kualitas diri kita agar kita pantas bersanding dengan jodoh yang kelak Allah pilihkan untuk kita..

Cinta terkadang tumbuh dengan sendirinya. Cinta itu tiba-tiba ada dan sekuat apapun kita menghapusnya dari hati kenyataanya tak kan bisa. Karena sesungguhnya Allah lah yang menumbuhkan cinta itu... Allah yang menggerakkan hati kita untuk mencintainya .

Maka cara yang indah adalah mintalah pada Allah apa yang terbaik menurut-Nya... Pasrahkan diri kita kepada-Nya melalui do'a dan istikharah.... Bersabarlah dan mintalah ketetapan yang pasti atas hadirnya cinta itu...

Namun terkadang cinta tidak tumbuh dengan sendirinya. Seiring perjalalan waktu dan kebersamaan yang tak terhindarkan, cintapun tumbuh menyertainya. Ibarat biji kitalah yang menanam , merawat , memupuk dan menyiram dengan berbagai macam kebaikan... Maka cinta akan tumbuh sebagaimana ketekunan kita yang merawatnya.

Hal yang harus diwaspadai jika cinta tumbuh tidak pada tempatnya ,misalnya yang kita cintai sudah memiliki pasangan halal. Cinta yang demikian ini tidak boleh dipelihara .Sekuat tenaga cari kesibukan supaya tidak lagi terkenang dengan dirinya, dan mintalah pada Allah ganti yang lebih baik.... Kalau semua jalan sudah kita tempuh tapi belum berhasil maka berSABARlah atas taqdir cinta yang bukan milik kita, ini adalah ujian dari Allah...

Insya Allah kelak Allah akan memberi pasangan yang terbaik pada waktu yang tepat dan dengan orang yang tepat....



Semoga bermanfaat,,

JODOH ITU RAHASIA ALLAH

Sekuat mana kita Setia,,,
Sehebat mana kita Merancang,,,
Selama mana kita Menunggu,
Sekeras mana kita Bersabar,,,
Sejujur mana kita Menerima dirinya..

Jika takdir Allah menentukan yang kita tidak berjodoh dengannya, Kita tidak akan bersama dengannya.

Namun jika Allah telah menulis jodoh kita dengannya,Kita tetap akan bersama dengannya ,walaupun kita dipisahkan oleh jarak dan tidak pernah komunikasi sebelumnya kerana pasti ada saja cara Allah untuk menemukan kita dengannya..

Kerana tulang rusuk dan pemiliknya takkan pernah tertukar dan akan bertemu pada saat yang tepat menurut ilmu_Nya.Tiada yang kebetulan melainkan semuanya telah ALLAH aturkan untuk kita.

Monday, 4 June 2012

UNTUKMU CALON IMAMKU,,


Wahai seseorang yang telah tertulis di lauhul mahfudz,
Imamku dan ayah dari anak-anakku, engkau yang akan bersamaku dalam perjalanan nanti…
Apakah yg sedang kau lakukan disana?

Aku percaya kau sedang memperbaiki dirimu, memantaskan dirimu tuk menjadi imam bagi tulang rusukmu dan buah hatimu kelak…

Aku percaya kau sedang menempa dirimu dalam beribu cobaan dengan menelantarkan dirimu sendiri pada medan dakwah dan problematika ummat… mencampakkan jauh egomu, membaktikan dirimu tuk ummat…

Aku percaya kau sedang mengkaji, kau sedang belajar, belajar ilmu dunia terutama ilmu akhirat, yang akan kau gunakan dalam mendidikku dan buah hati kita nanti…

Aku percaya Quran selalu ada dalam hatimu, selalu terucap dari bibirmu dan dzikir slalu melantun menemani langkah jihadmu…

Aku percaya kau sedang menundukkan pandanganmu, menjaga hatimu dan mencampakkan hawa nafsumu…

Aku percaya kau sudah merancang hidupmu, hidup kita, keluarga kita, nantinya juga untuk dakwah, untuk ummat, dan hanya kerana_Nya…

Aku percaya,kau sedang memantaskan diri dan terus memperbaiki diri dsana, di belahan bumi manapun kau berada…

Aku pun begitu wahai calon imamku…

Aku sedang belajar… belajar menempa diri, menjauhkan egoku demi ummat, membaktikan diriku untuk orang lain, agar baktiku padamu pun sempurna…

Aku sedang belajar, meniti dakwahku, meniti cita-cita duniaku, meniti cita-cita akhiratku, agar kelak keluarga islami dan kluarga Qur’ani yg aku inginkan nanti dapat kubangun bersamamu… kerana kau tahu? Meskipun kau Imamku, ibu adalah madrasah pertama bagi mujahidah kecilnya nanti…

Aku sedang belajar menjaga diri, menjaga pandangan dan hatiku, agar ketika kau memiliki hati ini, hati ini masih utuh sempurna hanya untukmu…

Aku sedang menempa diri, untuk menjadi seorang Khadijah untukmu, yang menjadi tempatmu membagi resah… seseorang yang kau datang padanya, saat kau tak tahu lagi akan datang pada siapa… seseorang yang menguatkanmu dan menggenggam slalu tanganmu dalam perjalanan jihadmu…

Akupun ingin menjadi ‘Aisyahmu, seorang yang membuatmu tersenyum dan kembali ceria saat penatmu mulai datang, seorang yang menyerap ilmu darimu dengan sempurna dan membenarkan apa-apa yang salah dalam lakumu, seseorang yang mencintaimu dengan cemburunya, namun kau rasakan sakitnya,saat ia tersakiti, hingga kau katakan pada yg lain “janganlah kau sakiti aku dengan cara menyakti ‘Aisyah”…

Aku ingin menjadi Fatimah, yang tak kau bagi cintamu pada yang lain.. bukan kerana aku tak percaya kau tidak dapat berlaku adil, tapi kerana aku ingin mencintaimu dengan sempurna, tanpa diganggu oleh cemburuku, itu saja !!

Tak kalah lagi, aku ingin menjadi seperti ibunda Hajar, yang tak gentar saat kau tinggalkan di padang pasir tandus dengan seorang bayi mungil di pelukan.. tak takut akan kehilanganmu, kerana keyakinanku pada Rabbku lebih besar daripada yakinku padamu… cintaku padamu, tak akan mengalahkan cintaku pada Rabbku…

Usahaku ini tidak mudah , begitupun usahamu..kuyakin itu..
Maka tetaplah dalam jihadmu..tetaplah dalam usahamu..tetaplah dalam ikhtiarmu… aku yakin kau kuat disana, dan doakanlah agar akupun kuat disini dalam jihad dan ikhtiarku…bawalah aku dalam tiap doa dan sujudmu, kumohon… kerana doa yg dapat menolongku…

Hingga saatnya, kita bertemu dalam ikatan suci menyempurnakan separuh dien… dan kita akan melanjutkan jihad kita bersama…

Dan nanti..terimalah aku apa adanya jika aku belum bisa menjadi Khadijahmu, ‘Aisyahmu atau bahkan menjadi seperti ibunda Hajar… tapi bimbinglah aku menjadi seperti mereka… dan kita bimbing bersama mujahid muda kita nanti tuk melanjutkan perjuangan dakwah ini…

Teruntukmu yang ada disana,kuatlah..dan bersabarlah…
Bawalah aku dalam doa dan sujudmu, agar cinta kita nanti, hanya kerana-Nya…Aamiin,