Monday, 9 April 2012

*** JIKA ALLAH MENGIZINKAN KITA BERTEMU KELAK ***

Bismillahirrahmaanirrahiim.......
Bila Allah mewujudkan takdir pernikahan kita kelak . . .

Dan bila kemudian disaat kita hidup bersama, lantas terlihat sisi salah pada diriku, semoga Allah mengkaruniakanmu kemampuan untuk melihat sisi baikku. Sungguh Allah Azza Wa Jalla yang mempertemukan dan menyatukan hati kita berpesan, “Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” [QS: An Nisa' 19]. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang kita cintai pun berpesan, “Sempurnanya iman seseorang mukmin adalah mereka yang baik akhlaknya, dan yang terbaik (pergaulannya) dengan istri-istri mereka.” Jika engkau melihat kekurangan pada diriku, ingatlah kembali pesan beliau,
Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai. (HR. Muslim)

Sadarkah engkau bahwa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya? Bukankah engkau tahu bahwa hanyalah Allah yang Maha Sempurna. bukankah kurang bijaksana bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu? Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, padahal aku telah taat kepadamu.

Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan orangtua dan sanak saudaraku, ku ingin engkaulah yang mengisi kekosongan hatiku. Naungilah diriku dengan kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat aku ragu memilih siapa pendampingku, ketakwaan yang terlihat dalam keseharianmu-lah yang mempesona diriku. Bukankah sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Ali bin Abi Tholib saat ditanya oleh seorang, “Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan, dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?” Ali r.a. pun menjawab, “Kawinkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya.” Ku harap engkaulah laki-laki itu, duhai calon suamiku.

Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan, mungkin saat itu engkau mendambakan diriku sebagai istri tanpa kekurangan dan kelemahan. Perbaikilah kekurangan diriku dengan lemah lembut, janganlah kasar terhadapku. Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah mengajarkan kepada dirimu, saat Muawiah bin Ubaidah bertanya kepada beliau tentang tanggungjawab suami terhadap istri, beliaupun menjawab, “Dia memberinya makan ketika ia makan, dan memberinya pakaian ketika dia berpakaian.” Janganlah engkau keras terhadapku, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar terhadap istri-istrinya.

Duhai Calon Suamiku…

Tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari Allah di akhirat kelak? Tahukah engkau pula balasan yang akan dianugerahkan kepada suami-suami yang berlaku baik terhadap istri-istri mereka? Renungkanlah bahwa, “Mereka yang berlaku adil, kelak di hari kiamat akan bertahta di singgasana yang terbuat dari cahaya. Mereka adalah orang yang berlaku adil ketika menghukum, dan adil terhadap istri-istri mereka serta orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya.” [HR Muslim]. Kudoakan bahwa engkaulah yang kelak salah satu yang menempati singgasana tersebut, dan aku adalah permaisuri di istanamu.

Jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah Allah berikan kepadamu. Apabila engkau sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, namun tak akan kulupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat putra-putrimu. Bukankah seorang ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putra-putrinya? Semoga engkau selalu mendampingiku dalam mendidik putra-putri kita dan bertakwa kepada Allah.
----------


Ya Allah
Engkau-lah saksi ikatan hati ini…
Engkau-lah yang telah menentukan hatiku jatuh pada lelaki ini,
jadikanlah cinta ku pada calon suamiku ini sebagai penambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Namun, kumohon pula, jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu,
hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.

Jika ia rindu,jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu
lebih ia rindukan daripada kerinduannya terhadapku,
jadikan pula kerinduan terhadapku tidak melupakan kerinduannya terhadap surga-Mu.

Bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku kepada-Mu,ingatkanlah diriku,
jgn Engkau biarkan aku tertatih kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta-Mu.

Ya Allah,

Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,

telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kokohkanlah ya Allah ikatannya.

Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

Saturday, 31 March 2012

" Harapan Seorang Ikhwan kepada Rusuk kirinya "

Ya Allah.. Engkaulah sebaik-baik tempat mengadu segala resah diri ,sebaik-baik tempat berkeluh kesah.. Maka izinkanlah aku menyampaikan pesanku kepada dia pasangan hatiku, Sampaikan padanya tentang semua yang saat ini ku rasa..

Assalamu'alaikum rusuk kiriku..???
Apa kabar calon makmum ku??? Wanita pilihan Allah untukku..
Siapa dan dimana engkau aku tidak pernah tahu.
Apakah kamu seorang wanita shaliha,atau seorang wanita yang sedang menyesali dosa-dosanya di masa lampau dan memulai perbaikan,ataukah seorang wanita yang enggan menutup auratnya dan gemar berikhtilat dengan lawan jenisnya??
Jika kau wanita shaliha.. Syukur pada Allah Ta'ala karena menghadiahkan bidadari dunia untuk mendampingi perjuanganku meraih ridha-Nya.
Namun jika kau adalah wanita yang dalam tahap perbaikan, aku pun bahagia sayang..karena dengan begitu aku pun akan mendapatkan Wanita shaliha pula, teruslah berjuang dalam perbaikan, jika tiba saatnya kita di pertemukan dan disatukan dalam ikatan suci, kita berdua akan berjuang bersama memperbaiki kesalahan yang telah lalu..

Namun jika kau adalah wanita yang masih enggan menutup aurat, enggan memperbaiki diri, dan gemar bercampur baur bebas tanpa batas dengan Lelaki, semoga engkau segera bertaubat ya ukhty... kasihanilah dirimu sendiri,engkau permata yang amat berharga jika kecantikanmu tetap kau jaga, jadikan taqwa sebagai pakaianmu dan malu sebagai perisainya.
Jika kau inginku imam yang baik mampukah kamu jadi makmum yang baik??
Ukhty.. tahukah apa yang aku takutkan jika engkau tak bisa menjadi makmum yang baik, bagaimana aku mempertanggung jawabkan kepemimpinanku kepada Allah??

Ukhty..
Sebelum menikah engkau menjadi tanggung jawab orang tuamu.
Namun setelah menikah engkau akan menjadi tanggung jawabku sepenuhnya..
Maka dari itu ukhty, jangan mudah tergoda oleh serigala berbulu domba..
Jangan mudah tertipu bisikan nafsu yang kau sangka bisikan cinta..
Jika Aku adalah calon imammu.. Tidak mungkin aku merusakmu
Karena aku mencintaimu, aku tidak akan mempermainkanmu..
Karena aku mencintaimu, aku tidak akan mengucapkan janji-janji tak pasti..
Karena aku tahu engkau adalah untukku.. Maka, aku hanya akan datang dengan lamaran.. bukan mengajakmu pacaran.
Jangan salah memilih Imam ukhty..

"Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, namun itulah pilihan-Nya,pilihan-Nya adalah yang terbaik untuk kita. Mungkin kebaikan itu tidak pada wanita yang terpilih itu melainkan jalan yang kita pilih, atau mungkin kebaikan itu terletak pada kesabaran dan keikhlasan kita menerima segala Ketentuan-Nya"



di dedikasikan untuk calon bidadari

Tuesday, 27 March 2012

~✿ CINTA DIAMKU ✿~



Aku ingin menulis tentang kamu.
Aku ingin kamu tahu apa yang aku rasakan karena aku tidak bisa mengungkapkan perasaan ini secara langsung.
Setiap kali kita berbicara bibirku selalu terkunci dan melarangku bersuara. Jadi, biarlah tulisan ini yang menggantikan isi hatiku.

Tahukah kamu. . .
Ketika saat kita berbicara dan aku hanya diam, itu artinya aku sedang kesal.
Jika aku merasakan kesal tiba tiba bahasaku bisa jadi sangat irit.
Dan aku yakin, saat kamu menghadapi situasi yang seperti itu kamupun pasti akan kesal.
Tidak membujukku juga tidak menghiburku.
Kadang aku berpikir sebenarnya aku ini dicinta atau aku hanya merasakan cinta sendiri.

Tahukah kamu. . .
Ketika kita sedang berbicara dan aku mulai terdiam.
Itu artinya aku sedang menangis.
Dengan sengaja kuredam suara tangisku agar kamu tidak mendengar isak tersedu sedu tangisku.
Karena aku tau, kamu tidak suka jika aku menangis. Padahal aku ingin didengar.
Agar kamu bisa menghiburku.
Agar kamu bisa mengurangi sedikit saja perasaan sedihku. Karena aku ingin sekali berbagi rasa pedih dan sakit ini denganmu. Tapi kamu gak pernah suka. Dan aku merasa sendiri.

Tahukah kamu. . .
Daat kita berbicara dan kamu hanya terdiam.
Aku merasa sedih sekali.
Sedih karena takut mengecewakanmu.
Sedih karena tidak bisa membuatmu bahagia.
Sedih karena aku tidak bisa menjadi yang kamu mau.
Sedih . . .kenapa aku tidak bisa mengerti kamu.
Sedih karena tidak bisa berbuat apa apa untuk menghiburmu dan aku ingin sekali menangis karenanya.

Tahukah kamu. . .
Disaat kita berbicara dan kita hanya diam, inilah hal yang paling aku takutkan.
Karena diam kita adalah pertanda perpisahan.
Meski ku tak ingin tapi aku terpaksa buat ingin.
Dan semuanya pasti akan berakhir menyedihkan bagiku.

Tahukah kamu. . .
Setiap kita berbicara dan kamu mulai tertawa.
Aku merasa sangat bahagia karena dalam tawa aku melihat cinta.
Dan aku ingin mendengar tawa itu setiap hari.
Meski suatu saat tawa itu bukan lagi untukku. . .
Tetap ku kan bahagia melihat kamu bahagia

Senyum (✿◠‿◠) Annisa Mutiara Hati